Characters
Gunung
Pemuda berusia 23 tahun. Memiliki raut tampan asli Indonesia atau nJawani. Gunung memiliki kepribadian sedikit introvert akibat ia mempunyai daya linuwih dalam dirinya. Pemuda indigo ini memiliki kecerdasan dan tertarik dengan dunia gaib. Selain tertarik di bidang audio-visual, membaca buku-buku spiritual, ia juga penggila olahraga khususnya bela diri.
Arya
Pemuda Sunda yang berkarakter penurut. Tapi di lain waktu, ia bisa menjadi seorang yang penakut dan menderita phobia dadakan ketika harus menghadapi hal-hal yang belum pernah dialaminya.
Bob
Pemuda berusia 22 tahun dan berasal dari Indonesia bagian timur (Maluku atau Papua). Memiliki kepribadian yang polos dan jujur. Karena kedua sifatnya tersebut, ia sering terlihat konyol dan kocak. Ia hobi menyanyikan lagu-lagu rohani dan daerahnya serta penganut Kristen yang taat. Melihat tingkah lakunya yang sering memancing senyum, Bob menjadi orang yang selalu dinanti-nantikan kehadirannya oleh teman-temannya yang lain. Lucia dan Dora biasa mengoloknya dengan memanggilnya ‘Baby’.
Anton
Pemuda keturunan Indo Amerika ini penggila musik-musik beraliran keras. Salah satu kelompok band favoritnya adalah Metallica. Judul lagu yang sering didengarkannya adalah The Prince. Ia memiliki temperamen yang cukup keras dan protektif dengan segala sesuatu yang berhubungan erat dengannya. Bisa dipahami jika dia memiliki rasa solidaritas yang kuat terhadap teman-temannya.
Dora
Gadis asli Jakarta ini kelakukannya tomboy. Usianya 20 tahun. Ia seorang fotografer dan objek-objek fotonya adalah moment-moment dengan nilai humanisme yang tinggi. Potongan tubuhnya atletis dan berambut pendek berwarna kemerahan. Pribadinya tegas dan gaya bicaranya ceplas-ceplos. Dora dulunya adalah seorang rock climber. Di dalam petualangan ini, ia sering menawarkan diri menjadi bumper saat harus hunting di lokasi-lokasi yang sulit.
Li Xia
Gadis Cina yang bertutur kata lembut dan sedikit pemalu. Tapi jangan salah, ia pandai memainkan wushu, salah satu jenis bela diri dari Cina. Li Xia yang sering juga dipanggil Lucia berpikiran cerdik dan penuh strategi. Karena latar belakang etnisnya dan kebiasaannya melahap buku-buku strategi perang ala Cina, ia menjadi andalan kelompok dalam merencanakan langkah-langkah di dalam memburu suatu berita atau objek-objek visual.
Pak Genggong
Kepala dusun dengan kepribadian tegas. Ia sangat disegani oleh warganya. Duda berusia 45 tahun ini adalah ayah Murni. Pak Genggong pandai menabuh kendang dan sesekali ia nembang diiringi oleh kendangannya itu. Meski demikian, terkadang muncul juga karakternya yang nyentrik, karena ia memang dilahirkan dari keluarga seniman. Pak Genggong adalah tipikal pemimpin yang sangat melindungi warganya dan selalu mengingatkan warganya untuk melakukan sedekahan supaya diberi rezeki yang lancar.
Yu Legi
Pedagang sayur di pasar. Ia adalah salah satu dari pengikut Darpin. Secara lahiriah, Yu Legi berperawakan tinggi besar, berambut panjang dan selalu tergelung diselipi setangkai melati, berwajah cantik khas Jawa. Dari segi sifat, Yu Legi seorang yang cukup anteng, cenderung tertutup. Meski demikian, ia seorang yang cakap dalam bekerja, ringan tangan, dan pandai olah kanuragan. Usianya sekitar 30-an tahun.
Kliwon
Pemuda berusia 25 tahun yang mempunyai kelainan jiwa yan tercermin dari tindak-tanduknya yang terlihat kekanak-kanakan dan tampak innocent. Wajahnya tampan tapi tidak begitu terawat. Suka mengenakan celana jins dan kaos oblong. Rambut pun sedikit panjang dan punya kebiasaan suka mengisap-isap setangkai rumput.
Murni
Sepupunya Kliwon. Usianya di bawah 20 tahun. Berwajah manis dan bertubuh langsing. Rambutnya hitam dan panjang. Gadis yang ramah ini memiliki hubungan yang akrab dengan 6 Souls. Murni sempat jatuh cinta dengan Gunung, tapi hal itu terhenti setelah sebuah rahasia terkuak. Gunung tak lain adalah saudaranya sendiri.
Mbah Sukro
Juru kunci sumur ‘Sumber Urip’. Lelaki ini berusia 70-an tahun dan bertindak-tanduk misterius. Meski usianya sudah uzur, tetapi ia masih memiliki tubuh yang kuat. Kekuatan ini terpancar juga dari karakter wajahnya. ia memiliki kebiasaan merokok klobot dan berpakaian pangsi. Mbah Sukro sering juga dimintai tolong oleh penduduk yang memiliki konflik yang berkaitan dengan dunia klenik, tetapi enggan dibilang dukun. Ia juga salah satu pengikut paham Darpin.
Ki Slamet Gundono
Memerankan dirinya sendiri sebagai dalang wayang suket. Tapi di dalam cerita ini, tidak ada orang yang tahu bahwa ia memiliki hubungan darah dengan Laras Binangun tetapi hidup di lain daerah.
Jeng Sri
Adalah seorang teledek atau ronggeng berusia 40-an tahun tapi masih terlihat cantik dan awet muda. Dia dulunya adalah kembang dusun dan menjadi penari setiap ada acara ritual dusun hingga sekarang. Kedudukan Jeng Sri cukup dihormati. Ia juga salah satu penganut paham Darpin.
Pakde Warto
Pakdenya Gunung yang memiliki tipikal sabar tapi tegas. Ia adalah kakak dari ibunda Gunung yang tinggal di Dusun Harjo Binangun. Memiliki kedekatan psikologis yang kental dengan Gunung, karena saat kecil Gunung sempat dirawat olehnya sampai remaja sebelum kemudian pindah ke Jakarta.
Bude Rengganis
Istrinya Pakde Warto. Tipikal perempuan Jawa yang lembut dan keibuan. Karena sifatnya itulah, ia menjadi tempat curahan hati Gunung, bahkan teman-teman Gunung yang lain.
Den Baguse Suryo Binangun/Darpin
Adalah penjelmaan atau reinkarnasi dari Den Baguse Suryo Binangun. Ia dulunya adalah pendiri Dusun Harjo Binangun. Lelaki kaya dan masih keturunan ningrat ini sangat mencintai istrinya (Laras Binangun). Semasa hidupnya ia sarat dengan lelaku ritual, karena pada masa itu animisme-dinamisme masih sangat dominan. Karena sebuah peristiwa yang akhirnya merenggut nyawa istrinya, Den Baguse Suryo menepi di puncak bukit. Warga dusun percaya bahwa ia sekarang menjadi semacam mbaureksane bukit terlarang.
Sabtu, 20 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar